eskalisa.sch.id
Main Menu
HOME
SIAKAD ONLINE
PROFIL SEKOLAH
GURU & KARYAWAN
FASILITAS SEKOLAH
EVENT & ACARA
PRESTASI SEKOLAH
PRESTASI SISWA
SISWA BERPRESTASI
BERITA & ARTIKEL
EKSTRAKURIKULER
GALERY PHOTO
PENGUMUMAN
CONTACT US
SEARCH
DOWNLOAD
LINK KELUAR
BUKU TAMU
Fanspage FB
Latest Comment
Pramuka
wowww , hebat smiley (y)
Studi Tour Kelas 5 Tahun 2012
nggak jadi ke Lanud Abduracham Saleh huhuhu :"(
Pramuka
asik2, kapan lagie acara latgap Galang
Studi Tour Kelas 5 Tahun 2012
hmmm...smiley
Google Adsense

HOME arrow BERITA & ARTIKEL arrow AGAMA arrow KEHADIRAN ISLAM DI EROPA
KEHADIRAN ISLAM DI EROPA PDF Cetak E-mail
Tuesday, 16 November 2010

KEHADIRAN ISLAM DI EROPA



Pada beberapa dekade terakhir ini, masalah Islam dan pengaruhnya di Barat merupakan pembahasan yang banyak sekali dibicarakan oleh para peneliti Eropa. Kesensitivan pembahasan ini disebabkan karena kehadiran umat Islam di Barat memberikan pengaruh terhadap struktur sosial dan budaya negara-negara tersebut. Meskipun perilaku dan gaya hidup liberal mendominasi kehidupan di negara-negara Barat, tetapi pengaruh budaya dan nilai-nilai Islam terhadap negara-negara tersebut sama sekali tidak bisa diingkari.

Adat istiadat dan budaya, hubungan sosial yang khas, serta adanya organisasi yang berpusat di masjid-masjid membuat masyarakat muslim memiliki perbedaan yang mendasar dengan kebudayaan Barat. Dengan meningkatnya proses penyebaran budaya Islam di Barat, pemerintah dan negara-negara Eropa memperlihatkan reaksi penentangan mereka terhadap Islam dan menetapkan berbagai aturan dan undang-undang untuk menekan umat Islam di Eropa. Di antara aturan-aturan yang menekan umat Islam tersebut adalah larangan bagi muslimah yang berjilbab untuk mengikuti pendidikan di Perancis, pembatasan masuknya umat Islam ke Inggris, dan serangan rasialis terhadap umat Islam asal Turki di Jerman.

Di luar masalah politik, sekelompok cendikiawan dan pemikir Eropa telah melakukan penelitian ilmiah terhadap pengaruh positif kehadiran umat Islam di berbagai kawasan Eropa. Meskipun di antara mereka terdapat orang-orang yang pandangannya tidak bisa diandalkan, namun di celah-celah penelitian mereka dapat ditemukan hakikat dan realitas Islam. Para peneliti percaya bahwa kehadiran kembali Islam di Eropa berawal dari imigrasi umat Islam dari negara-negara Islam ke Eropa pasca Perang Dunia Kedua. Tentu saja, kehadiran Islam di Eropa sebenarnya telah dimulai sejak berabad-abad yang lampau, terutama melalui perdagangan dan penelitian keilmuan.

Kehadiran bersejarah umat Islam berabad-abad yang lampau mempunyai peran yang besar dalam transformasi peradaban Eropa. Negara-negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, dan bahkan Norwegia dan Swedia menerima banyak pengaruh Islam. Jurgen Nelson, peneliti kontemporer Inggeris mengatakan, “Kita harus mengakui dengan jujur bahwa umat Islam di sepanjang era kehadiran mereka di Eropa telah meninggalkan warisan budaya yang sangat bernilai.”

Dalam sejarah Eropa selama 30 tahun terakhir, kita menyaksikan peningkatan jumlah pemeluk agama Islam dan agama inipun menjadi agama kedua yang paling diminati setelah Kristen. Misalnya di Belanda, sepanjang 30 tahun terakhir, jumlah umat Islam telah membengkak dari hanya beberapa ratus orang menjadi lebih dari 800 ribu orang. Awalnya, hanya terdapat sebuah masjid di Belanda, namun kini terdapat hampir 200 musholla dan masjid di negara ini, yang semuanya mendapat sambutan luas dari masyarakat. Di Inggris, arus imigrasi kaum muslimin ke Eropa pasca Perang Dunia Kedua telah meningkatkan populasi umat Islam di negara ini dan kini, jumlah mereka lebih dari dua juta orang.

Menurut laporan suratkabar Times, selepas terjadinya peristiwa 11 September, Islam banyak mendapatkan perhatian dari kalangan warga kulit putih Inggris yang berekonomi kuat. Penisbatan peristiwa teror tersebut kepada umat Islam malah menyebabkan anak-anak muda dan para peneliti termotivasi untuk meneliti Islam. Suratkabar Times mengisahkan kehidupan Elizabeth, seorang anak perempuan dari sebuah keluarga Inggris yang ternama dan kaya. Elizabeth telah memeluk agama Islam di Masjid Regent Park yang terletak di pusat kota London. Times menulis, Elizabeth bukanlah pengecualian dalam hal ini, karena tidak hanya di Inggris, namun di seluruh Eropa dan Amerika, terlihat kecenderungan serupa terhadap Islam.

Populasi umat Islam di Jerman merupakan kelompok ketiga terbesar selepas kaum Protestan dan Katolik. Namun demikian, peningkatan jumlah umat Islam di Jerman sangat cepat, sehingga saat ini kira-kira 40 persen umat Islam yang tinggal di Jerman berusia bawah 18 tahun. Menurut data statistik tahun 1995, jumlah umat Islam yang tinggal di Jerman sekitar 2 ,7 juta jiwa. Besarnya populasi muslim di Jerman membuat mereka berubah menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang enteng.

Menurut Klaus Lagenvis, seorang pakar undang-undang Jerman, masjid Jerman merupakan tempat bagi kaum muslimin dari berbagai kelompok untuk saling menyatukan diri dan meraih rasa percaya diri. Majalah Figaro terbitan Perancis dalam sebuah makalahnya menulis, “Jumlah kehadiran umat Islam di masjid dan mushola sedemikian banyaknya di Jerman, sehingga Paus Paulus mengimpikan sambutan yang sama terhadap gereja.”

Basam Tibi, seorang dosen di bidang politik internasional Universitas Gottingen Jerman, termasuk mereka yang menyaksikan kemajuan Islam di Jerman dengan pandangan negatif karena dia tidak memiliki informasi yang benar tentang Islam. Namun demikian, melihat pesatnya perkembangan Islam di Jerman, Tibi memprediksikan bahwa Islam secara berangsur-angsur akan mendapat pengakuan legal di Jerman pada tahun 2014. Doktor Ermagardpin, yang juga seorang dosen di Jerman menyatakan, “Dalam ajaran Islam dibahas banyak masalah yang menarik. Misalnya, tentang hak asasi manusia, hak kemanusiaan, keadilan, atau cara untuk mengatasi penindasan dalam masyarakat. Alangkah baiknya jika pandangan Islam mengenai masalah-masalah ini diterapkan di Jerman.”

Perancis termasuk sebuah negara Eropa yang mempunyai jumlah umat Islam yang besar di negaranya karena hubungan sejarahnya dengan sebagian dunia Islam. Islam merupakan agama terbesar kedua di Perancis setelah Katolik. Umat Islam di negara ini terdiri dari hampir 6 juta orang. Beberapa waktu terakhir ini, pemerintah Perancis telah memberlakukan undang-undang diskriminatif terhadap umat Islam, yaitu melarang kaum perempuan muslim yang menggunakan jilbab memasuki lembaga-lembaga pendidikan. Namun demikian, keteguhan hati kaum muslimah Perancis untuk tetap mengenakan jilbab dan terus berjuang menuntut dibebaskannya penggunaan jilbab, justru telah membuat ajaran Islam semakin tampil cemerlang. Perhatian masyarakat Barat terhadap kasus pelarangan jilbab malah membuat mereka tertarik untuk mempelajari Islam.

Masyarakat Eropa kini tengah dibelit oleh berbagai masalah moral dan sosial. Bila mereka menginginkan kehidupan yang jauh dari kekerasan, penyimpangan, amoralitas, atau kekacauan, mereka harus menemukan spiritualitas dan hakikat. Mengenal Islam secara benar akan membuka jalan yang tepat untuk mengatasi masalah masyarakat Eropa hari ini. Oleh karena itu, adalah baiknya jika masyarakat Eropa membebaskan diri mereka dari kepungan propaganda berat sebelah yang dilancarkan pemerintah dan media massa Barat terhadap Islam, serta berusaha mempelajari Islam dengan pandangan yang adil dan terbuka.


http://islamicworldnews.blogspot.com

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 25 November 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Pengunjung

free counters
Statistik
Flash Dynamic Calendar
Shout

Like Facebook

Adsense Indonesia