eskalisa.sch.id
Main Menu
HOME
SIAKAD ONLINE
PROFIL SEKOLAH
GURU & KARYAWAN
FASILITAS SEKOLAH
EVENT & ACARA
PRESTASI SEKOLAH
PRESTASI SISWA
SISWA BERPRESTASI
BERITA & ARTIKEL
EKSTRAKURIKULER
GALERY PHOTO
PENGUMUMAN
CONTACT US
SEARCH
DOWNLOAD
LINK KELUAR
BUKU TAMU
Fanspage FB
Latest Comment
Pramuka
wowww , hebat smiley (y)
Studi Tour Kelas 5 Tahun 2012
nggak jadi ke Lanud Abduracham Saleh huhuhu :"(
Pramuka
asik2, kapan lagie acara latgap Galang
Studi Tour Kelas 5 Tahun 2012
hmmm...smiley
Google Adsense

HOME arrow BERITA & ARTIKEL arrow IPA arrow Yohanes Surya: IPA Dihapus, Pembodohan secara Nasional
Yohanes Surya: IPA Dihapus, Pembodohan secara Nasional PDF Cetak E-mail
Wednesday, 09 January 2013

Yohanes Surya: IPA Dihapus, Pembodohan secara Nasional

 

 Perombakan kurikulum menimbulkan perubahan besar-besaran terhadap kurikulum tingkat sekolah dasar (SD). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dihapus dan materinya akan diintegrasikan dengan mata pelajaran pokok, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Penghapusan mata pelajaran IPA mendapat tentangan keras dari pendiri Surya Institute, Yohanes Surya. Menurut Yohanes Surya, IPA harus sudah diajarkan sejak SD sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“IPA itu harus diajarkan sejak SD dan dipisahkan sebagai mata pelajaran, jangan digabung dengan Bahasa Indonesia. Kala digabung, indikatornya juga jadi indikator bahasa kan? Misalnya, belajar listrik. Karena indikatornya bahasa kan maka jadinya membikin puisi listrik. Enggak nyambung,” tuturnya kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Yohanes Surya menyesal karena penghapusan mata pelajaran IPA justru dilakukan di tengah upaya memopulerkan sains kepada para siswa di seantero Indonesia. Rencana pemerintah ini dinilai hanya akan membuat pendidikan Indonesia makin terpuruk.

“Kita lihat masalah utamanya adalah IPA diintegrasikan sama Bahasa Indonesia, lalu ketika diintegrasikan, ada sekitar 60-70 persen materi IPA yang dipangkas. Ini yang bahaya. Sekarang kita mau gencar-gencarnya promosi sains, pemerintah malah memangkas sains. Sistem pendidikan kita sekarang berada di paling bawah, lalu IPA dipotong 70 persen, makin kacau kan. Bayangkan, Indonesia akan jadi apa kalau 70 persen materi IPA akan dipangkas. Kita mau jadi apa?” ungkapnya.

Walau demikian, Yohanes Surya tak menampik bahwa memang memang ada masalah dalam penyampaian IPA dari guru siswa sehingga mata pelajaran ini dianggap memberatkan anak-anak usia SD. IPA dianggap sebagai momok bagi anak-anak karena tidak diajarkan dengan menarik.

Menurut Yohanes Surya, jika IPA diajarkan dengan asyik dan menyenangkan, IPA tentu tidak akan menjadi beban bagi anak-anak. Oleh karena itu, solusi yang ditemukan bukanlah penghapusan mata pelajaran ini.

“Saya menentang habis-habisan pengintegrasian ini. Saya akan terus menentang sampai pemerintah bosan juga mendengarnya,” katanya.

“Kan sayang kalau Indonesia terjadi pembodohan secara nasional,” tandasnya kemudian.
 
Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 09 January 2013 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Pengunjung

free counters
Statistik
Flash Dynamic Calendar
Shout

Like Facebook

Adsense Indonesia